Latest Posts

Kamis, 03 Mei 2012

Kisah Sukses Warren Buffet






Bila saja tujuh keajaiban dunia bisa ditambah dan tidak hanya terdiri dari karya arsitektur, tapi juga orang, maka Warren Buffett boleh diusulkan sebagai salah satunya. Bayangkan saja, dalam sekitar 29 tahun, ia bisa meroketkan modalnya dari 100 dolar AS menjadi 57,4 miliar dolar AS padaMei 1999. Forbes, majalah ekonomi kelas dunia, pada 2005 menempatkan Buffett sebagai pengusaha terkaya kedua di dunia setelah William Gates alias Bill Gates pemilik Microsoft. Jika kekayaan Gates 46,5 miliar dolar AS, maka Buffett 44 miliar dolar AS.Keping-keping uang Buffett diperoleh dari keuntungan sesudah membeli perusahaan-perusahaan terdaftar di pasar modal yang dapat diakses setiap investor. Karena itu pria kelahiran 30 Agustus 1930 di Omaha, Nebraska yang sudah secara total berkecimpung di bursa, boleh disebut sebagai salah seorang ikon pasar modal. Perjalanan karier suami almarhumah Susan Buffett di pasar modal sungguh panjang. Setelah menempuh studi untuk mendapat gelar master di Columbia Graduate Business School, pada 1951-1954, Buffett bekerja sebagai salesman investasi di Omaha. Sesudah itu, pria yang mendapat gelar kehormatan The Sage of Omaha (Orang Pandai dari Omaha) dari warga Kota Omaha, pindah ke New York untuk bekerja sebagai analis sekuritas di Graham-Newman Corporation. Buffett tak lama bekerja di perusahaan milik Benjamin Graham, salah seorang yang dianggap Buffett sebagai maha guru pasar modal. Sebab pada 1956-1969 bermodalkan US$ 100 dia mengelelola dana milik orang-orang kaya Nebraska di Omaha. Perusahaan investasi yang sukses itu akhirnya dijual dan dibubarkan. Para investornya tersenyum puas karena rata-rata mengantongi keuntungan 30,4 persen per tahun. Di tengah menjalankan fungsi sebagai manajer investasi itu, pada 1965 Buffett membeli Berkshire Hartaway. Perusahaan yang bergerak di bidang tekstil ini, dijual oleh pemiliknya karena pendapatannya terus merosot. Buffett menjadikan perusahaan tersebut kendaraan dalam setiap saham perusahaan lain. Di tangan Buffett, perusahaan itu terus meroket. Selama lebih dari 34 tahun para pemegang saham memperoleh tingkat pengembalian tahunan sekitar 24,7 persen. Artinya, siapa saja yang menanam 10 ribu dolar AS pada 1965, maka nilai kekayaannya menjadi 51 juta dolar AS pada 1999. Luar biasa.Dua guruWarren Buffett mengaku mengagumi pula, selain Benjamin Graham, Philip Fisher. Dua orang yang dianggap sebagai maha guru oleh Buffett memiliki karakter investasi yang berbeda. Graham lebih dikenal dengan strategi investasi nilai. Saat memilih saham, Graham selalu mendasarkan pada analisis fundamental keuangan perusahaan dan strategi diversifikasi. Artinya, Graham menekankan pada kriteria kuantitatif, selalu mencari saham yang harga pasar jauh di bawah harga wajar. Sebaliknya, Philip Fisher lebih menekankan pada kriteria kualitatif. Menurut Fisher, sebelum membeli saham sebuah perusahaan, lihat dulu tim manajemen pengelolanya, bagaimana cara perusahaan tersebut dikelola.Buffett melihat, ada kesamaan dari kedua orang pakar tersebut. Keduanya sukses dan sama-sama berpikir jangka panjang untuk setiap investasi. Graham misalnya menganjurkan agar investor memilih saham yang layak dipegang, meski pun pasar saham mendadak tutup besok. Sedangkan Fisher memberi contoh lewat cara dia memegang saham Texas Instrument, yang dibeli sejak awal perusahaan tersebut melakukan private placement. Nah, Buffett sang brilian, mencoba menggabung strategi Graham dan Fisher. Sebelum menentukan pilihan, dia akan meriset perusahaan tersebut habis-habisan, mulai dari sisi bisnis, manajemen, finansial dan pasar. Dengan dasar riset tersebut Buffett mengerti benar tentang perusahaan-perusahaan yang hendak dibelinya. Belilah perusahaan sederhana dan mudah dipahami. Kinerja masa lalunya konsisten dan memiliki prospek jangka panjang yang menjanjikan, pesannya kepada para investor. Pakem investasi itu diterapkan oleh Buffett ketika membeli saham Coca-Cola, Gillete, dan Walt Disney. Coca-Cola perusahaan yang paling disukai oleh Buffett, karena memiliki merek dagang yang sangat kuat dan menguasai pangsa pasar dominan. Ketiga korporasi andalan Buffett memang bernasib sial pada 1998. Tapi, itu bukan berarti habis. Waktu memilih Coca-Cola, Buffett bukan tidak melihat bahwa akan ada pesaing yang muncul kemudian. Justru ia berasumsi, dengan munculnya produk baru, maka para pemasar Coca-Cola akan semakin gencar memasarkan produknya. Minimal akan mempertahankan pangsa pasar. Selain itu, manajemen keuangan akan mampu mengoptimalkan laba. Inti dari semua itu, Buffett lebih berpikir tentang investasi jangka panjang, pada saham-saham perusahaan yang produknya dikenal dengan baik. Alasan itu pula yang membuat ia tidak pernah mau membeli saham Microsoft. Padahal semua orang kini melihat ekspansi Microsoft di dunia ini. Ketergantungan pengguna komputer terhadap Microsoft begitu tinggi, barangkali mirip dengan apa yang dilakukan Coca-Cola. Tapi sekali lagi, meski pun Bill Gates pemilik Microsoft adalah sahabat dekat Buffett, tapi ia tak berminat membeli saham Microsoft. Buffett tak memahami produk tersebut. Perlu dicatat juga, Buffett tidak pernah menerapkan prinsip beli saham, tapi membeli bisnis (buying a business not share). Misalnya, terhadap Coca-Cola yang jatuh pada 1998-1999, ia tetap bersandar pada tren jangka panjang. Menurut asumsinya, setelah penurunan itu Coca-Cola bukan hanya akan memperbaiki kinerjanya. Kondisi mutlaknya, manajemen harus memenuhi tiga syarat. Pertama, mereka harus rasional. Kedua terbuka kepada pemegang saham. Ketiga, menolak untuk meniru praktik dan kebijakan manajemen perusahan lain, tanpa memedulikan kesesuaian nalar. Sikap berpikir jangka panjang itu pula yang membuat ia kerap melawan apa yang terjadi di pasar. Menurutnya pasar muncul setiap hari dan menawarkan pada harga berapa Anda membeli dan menjual. Harganya berubah-ubah tak menentu. Pasar bertugas melayani Anda bukan membimbing Anda. Dompetnya dan bukan kearifannya yang Anda butuhkan, katanya suatu saat. Kejutan-kejutan bukan hanya ditunjukkan Buffett lewat model investasinya di pasar modal. Itu juga terjadi dalam kehidupan pribadinya. Beberapa pekan lalu, kita dibuat tercengang dengan keputusannya untuk menyumbangkan 85 persen kekayaan, sekitar 34 miliar dolar AS kepada yayasan milik Bill Gates sahabatnya. Keputusan itu didasarkan atas pesan Susan sebelum wafat dua tahun lalu. Berikan sebagian kekayaan kita kepada publik. Cara Buffett Memilih Saham Kemampuan Warren Buffett memilih saham yang bernilai di bawah harga pasar, merupakan bukti hidup yang mengagumkan. Beberapa ahli mengatakan, kemampuan itu sekaligus menjadi bukti kegagalan teori akademis yang meyebutkan bahwa pasar bersifat efisien. Artinya harga saham berkait erat dengan informasi yang beredar di publik tentang perusahaan terkait. Menurut Buffett, pasar kerap salah menentukan harga. Pasalnya harga pasar kerap ditentukan oleh emosi para investor. Padahal emosi para investor bersifat jangka pendek, sementara dalam jangka panjang pasar justru akan mengikuti fundamental perusahaan. Lantaran itu seperti ditulis Robert G Hagstroom Jr dalam The Warren Buffett Portfolio (1999), Buffett lebih memilih fokus kepada beberapa saham ketimbang harus menyebar investasi ke banyak saham perusahaan. “Pilih beberapa saham yang kemungkinan besar akan menghasilkan tingkat pengembalian di atas rata-rata dalam jangka panjang. Pusatkan investasi Anda pada saham-saham tersebut. Kuatkan mental Anda dari godaan fluktuasi harga pasar. Begitu penjelasan Buffet dalam buku tersebut. Persoalannya bagaimana investor harus menentukan saham pilihannya. Yang dilakukan Buffett sebelum menentukan pilihan berpatokan pada empat prinsip: bisnis, finansial dan pasar. *. Buffett selalu membeli perusahaan yang bisnisnya sederhana dapat dipahami. Perusahaan memiliki kinerja masa lalu yang konsisten dan juga memiliki prospek jangka panjang yang menjanjikan. Dasar inilah yang membuat Buffett tidak mau masuk ke Microsoft. Jika Anda tak memahami bisnis suatu perusahaan, Anda tak dapat membuat penilaian rasional terhadap nilai investasinya. Selain itu, manajemen perusahaan harus memiliki tiga persyaratan, yaitu harus rasional, terbuka kepada pemegang saham, tidak meniru manajemen perusahaan lain dan harus mengalokasikan uang perusahaan ke investasi yang memiliki nilai tambah bagi pemegang saham. *. Buffett akan membeli perusahaan yang tingkat pengembalian ekuitas (ROE) bagus, bukannya pendapatan per saham. Selisih laba mesti tinggi dan setiap dolar yang ditahan oleh perusahaan, perusahaan dapat menciptakan minimal sedolar nilai pasar perusahaan. *. Buffett hanya membeli saham jika harganya menarik. Maksudnya, adalah saat harga saham jatuh ke bawah harga wajar hasil analisis, dengan dasar perusahaan itu beroperasi terus dan sehat. Selisih harga pasar dan harga wajar ini berfungsi sebagai marjin aman (margin of safety), yang dapat mengurangi kerugian karena salah hitung. 
read more...

Senin, 30 April 2012

Trading 100% cuma dengan Stochastic


Artikel ini kami ambil dari dokumen sumber diatas semoga bermanfaat 
Kali ini saya mau sharing salah satu strategi trading  yang sudah dipakai  selama beberapa tahun terakhir.  Strategi trading yang dipakai hanya menggunakan 3 buah stochastic yang bisa beradaptasi dengan semua timeframe. Biasanya saya selalu bermain scalping di TF 1 minute, dengan TP cuma 10 point dan tanpa SL. Settingan Stochastic nya adalah sbb :

1. Stochastic 1 : 9,4,3
2. Stochastic 2 : 12,4,12.
3. Stochastic 3 : 24,4,24
 OS/OB nya di level standar gan 20 and 80

stochastic 1 dipakai sebagai sinyal buy dan sell dengan tempo pendek
Stochastic 2 dipakai sebagai sinyal Time Frame tersebut
Stochastic 3 dipakai sebagai sinyal Time Frame berikutnyaEntry Buy :Pada saat semua stochastic berada pada level oversold Entry Buy pada TF1M Target 10 PipsEntry Sell :Pada saat semua stochastic berada pada level overbought Entry Sell pada TF1M target 10 PipsSelama saya pakai strategi ini saya sudah cukup banyak menghasilkan keuntungan, mungkin ada perbedaan kalau agan-agan semua juga pakai strategi ini. mohon dishare juga ke saya supaya saya bisa lebih pintar lagi.

MONEY MANAGEMENT DENGAN SYSTEM 3 STOCHASTIC & TEKNIK AVERAGING MARTINGALE
 Sekedar sedikit update dan berniat membagi ilmu, meskipun ilmu yang ane bagi mungkin agak sedikit kampungan dan kurang bermanfaat bagi para master. Ane adalah trader forex yang masih newbie yang baru berkenalan dengan forex sekitar 3 tahun. Money Management yang mau ane bagi kali ini sangat jauh berbeda dengan MM yang biasa or dengan kata lain UNUSSUAL MM. MM yang biasa ane kenal memiliki rasio Risk dan Reward dan terus terang ane kurang memahami MM cara tersebut mungkin karena Matematika ane sangat kurang... maka dari itulah ane coba membuat MM sendiri yang agak simple dan berdasarkan hasil itung2an sendiri.MM yang ane buat ini berdasarkan pengalaman trading dengan menggunakan system 3 stochastic, dan bukan berniat sombong atau pamer.... ternyata MM yang ane bikin ini bekerja dengan baik. Dan untuk sekelas newbie seperti ane, ane merasa terbantu dengan MM ini.Menurut ane MM yang baik adalah MM yang bisa memanage modal se efisien mungkin... kata efisien disini saya definisikan bahwa Modal yang kita pakai untuk trading harus tepat penggunaannya... atau jangan sampai modal kita nganggur terlalu banyak...(di cadangkan untuk MC/Stop Loss)MM ane kali ini ane gabung dengan teknik Martingale dan averaging. Bagi sebagian orang mungkin anti marti... tapi setelah merasakan hasilnya maka anda akan terlena dibawanya...kesana!!!!Oke langsung saja dan gak perlu banyak basa basi... buat para trader master dan newbie mohon perhatiannya!!!!!!Rules :- Trading dengan system 3 stochastic- Bermain di TFM1 dan M5- TP minimal 10-30 (senin-rabu) dan TP 30-50 (kamis-jumat)- No Stop Loss (WEW!!!!!)- Berani- Percaya pada system- Resiko ditanggung sendiri (wakakakakakaka)Money Management ModalSebagai contoh ane ilustrasikan begini...Kasus Pak Budi :Pak Budi memiliki uang sebesar $.10.000 dan meminta anda untuk mengelola uang tersebut supaya menjadi berlipat ganda. dan anda hanya diberi waktu selama 1 bulan untuk menjadikan uang miliknya menjadi 3 kali lipat jumlahnya atau $30.000. Apa yang akan anda lakukan?Sebagai langkah pertama anda depositkan uang tersebut ke account Insta Forex anda... dan beberapa menit kemudian JRENG!!!! uang tersebut sudah masuk kedalam akun anda.Langkah kedua:Mengatur jumlah uang yang akan ditradingkanModal $ 10.000 ------> 10.000 x 80% = 8.000 (modal yang akan dipakai untuk trading forex)- Martingale Lv. 1 ---> 8.000 : 2 = 4.000 (40 LOT)- Martingale Lv. 2 ---> 4.000 : 2 = 2.000 (20 LOT)- Martingale Lv. 3 ---> 2.000 : 2 = 1.000 (10 LOT)- Martingale Lv. 4 ---> 1.000 : 2 = 500 (5 LOT)Setelah anda melakukan kalkulasi MM martingale tersebut diatas anda mulai trading. target point anda perhari tidak usah banyak2 cukup 100 point perhari (WEW!!!? 100 Point? gak kebanyakan tuh?)

 - Tahap pertama buka Metatrader anda dan lihat Posisi ketiga stoch di TFM1 dan TFM5. Apabila posisi di TFM1 sudah OS/OB maka OP dengan Lot Martingale Level 4. Sebagai contoh posisi Stochastic berada di OS dan anda OP BUY 5 LOT dengan TP 20 Pips, namun apa yang terjadi? posisi anda ter floating hingga 10 point dan mungkin akan berlanjut hingga 30 point karena posisi stoch di TFM5 belum OS alias masih menuju OS (lagi nukik). Pada saat posisi anda -12 anda OP Buy lagi sebesar 10 LOT, dan ternyata trend belum berbalik alias masih terus floating minus karena stoch di TFM5 baru nyampe di posisi OS. Pada saat posisi kedua anda terfloating -12 lagi anda OP BUY lagi sebesar 20 LOT. Dan saatnya beraksi!!!! ketiga stoch di TFM1 dan M5 sudah dalam posisi ready to climb alias bersiap untuk naik... dan percaya tidak percaya memang bener-bener naek tuh trend! Akhirnya harga mulai merangkak naik namun belum kuat kenaikannya. posisi ketiga dalam posisi ijo dan yang laen masih merah alias minus... Tinggalkan dulu trading anda sambil anda bikin kopi dan bercanda bersama keluarga sambil nunggu ketiga stoch di TFM1 OB.


Beberapa saat kemudian anda lihat layar monitor anda!! posisi ketiga (20 LOT) dalam posisi profit 12 point... dalam hal ini meskipun hanya satu yang ijo tapi kekalahan anda sudah terbayar atau Break Event Point. Sementara itu stoch di TFM1 sedang naik dan baru menyentuh level 70... beberapa menit kemudian posisi ketiga anda profit sebesar 32 Point dan Posisi kedua profit 20 Point, dan posisi pertama profit 8 point. Sementara itu ketiga stochastic sudah mulai saling menyilang diatas level 80 dan bersiap turun. Saatnya beraksi kembali!!!!! Anda Close semua posisi meskipun target posisi pertama belum TP dan baru profit 8 point, Karena dalam posisi stochastic ini sangat riskan membuka posisi yang berlawanan dengan arah stochastic meskipun stoch di TFM5 masih mau naik.Sekarang coba anda hitung berpa profit yang baru anda dapatkan dari trading dengan menggunakan system 3 stochastic yang digabung dengan Martingale dan Averaging?


Lokasi
read more...

Minggu, 24 April 2011

Analisa EUR/JPY

Analisa Eur/JPY Jam 07.05 WIB 25 April 2011



EUR/JPY Buy @119.71  TP.120.27  SL.119.40
read more...

Minggu, 02 Januari 2011

Leverage dan Margin

Leverage dan Margin
 Apa itu Laverege?

Leverage adalah pinjaman dari broker yang diberikan kepada trader, sehingga dana trader memiliki daya beli yang lebih besar. Leverage dinotifikasikan sebagai rasio perbandingan, misal 1:1, 1:100, 1:500, dan sebagainya. Artinya, kalau ada dana $100 di leverage 1:100 maka $100 tersebut memiliki kekuatan setara $10.000. Jika leverage 1:500, maka dana $100 tadi memiliki kemampuan untuk melakukan transaksi setara $50.000 atau 500x lipat lebih besar dari nominal dana itu sendiri.
 
Apa itu Margin?
Margin merupakan jaminan yang diberikan kepada broker setiap kali membuka posisi. Besar kecilnya margin dipengaruhi oleh leverage dan besarnya volume trading (lot) yang dibuka oleh trader. Rumus perhitungan margin adalah : Leverage x Volume (Lot) x Contract Size.
Ilustrasi
Untuk mempermudah pemahaman, mari kita simak ilustrasi di bawah ini. Broker yang diambil sebagai contoh adalah FXOpen, yang memiliki contract size 1 lot = $100.000 dan fasilitas leverage hingga 1:500.
Contract Size
Untuk contract size, harus dikonversikan ke USD. Pair yang berawalan dengan USD/xxx seperti USD/JPY, USD/CHF, USD/CAD, dsb memiliki contract size 1 lot = $100.000 (sudah dalam $, tidak perlu dikonversi). Sedangkan yang berawalan dengan mata uang non USD, misal EUR/USD memiliki kontrak size 1 lot = EUR 100.000 yang artinya setara dengan(  EUR 100.000 x 1,435 ) USD atau $143.500 pada saat kurs EUR/USD 1,435. Berarti, jika EUR/USD naik menjadi 1,45 maka contract size akan berubah lagi.
Leverage 1:1 – 1 lot EUR/USD di harga 1,4350
Margin yang diperlukan = (1/1) x 1 lot x (EUR 100.000 x 1,4350) = $143.500 — Artinya di sini, dibutuhkan dana MINIMAL (Free Margin) $143.500 untuk bisa membuka posisi 1 lot EUR/USD di leverage 1:1
Leverage 1:100 – 1 lot EUR/USD di harga 1,4350
Margin yang diperlukan =(1/100) x 1 lot x (EUR 100.000 x 1,4350) = $1.435 — Artinya di sini, dibutuhkan dana MINIMAL(Free Margin) $1.435 untuk bisa membuka posisi 1 lot EUR/USD di leverage 1:100
Leverage 1:500 – 1 lot EUR/USD di harga 1,4350
Margin yang diperlukan = (1/500) x 1 lot x (EUR 100.000 x 1,4350) = $287 — Artinya di sini, dibutuhkan dana MINIMAL(Free Margin) $287 untuk bisa membuka posisi 1 lot EUR/USD di leverage 1:500
Leverage 1:500 – 0,1 lot EUR/USD di harga 1,4350
Margin yang diperlukan = (1/500) x 0,1 lot x (EUR 100.000 x 1,4350) = $28,7 — Artinya di sini, dibutuhkan dana (Free Margin) HANYA $28,7 untuk bisa membuka posisi 0,1 lot EUR/USD di leverage 1:500
Leverage 1:500 – 1 lot USD/JPY di harga berapapun (karena contract size sudah dalam USD)


Margin yang diperlukan = (1/500) x 1 lot x ($100.000) = $200 — Artinya di sini, dibutuhkan dana MINIMAL (Free Margin) $200 untuk bisa membuka posisi 1 lot USD/JPY di leverage 1:500
Leverage 1:500 – 0,1 lot USD/JPY di harga berapapun (karena contract size sudah dalam USD)


Margin yang diperlukan = (1/500) x 0,1 lot x ($100.000) = $20 — Artinya di sini, dibutuhkan dana (Free Margin) HANYA $20 untuk bisa membuka posisi 1 lot USD/JPY di leverage 1:500
Kesalahan Persepsi
Seringkali terdapat kesalahan persepsi bahwa profit dan loss, atau nilai per pip antara 1:1 dan 1:500 berbeda. Pandangan ini tidaklah benar, kita ambil contoh di FXOpen, 1 lot pada 1:1 bernilai $10/pip maka di 1:500 pun 1 lot akan bernilai $10/pip. Yang berbeda akibat leverage hanya besaran margin, sehingga mempengaruhi besarnya lot maksimal yang bisa dibuka. Misal Anda memiliki dana di $1000, maka di 1:500 bisa membuka hingga 5 lot USD/JPY sedangkan di 1:100 hanya bisa membuka 1 lot USD/JPY saja.
PERINGATAN
Leverage menguntungkan di satu sisi, karena akan memberikan keuntungan yang lebih besar dan mengijinkan kita bermain forex dengan modal yang lebih kecil. Namun di sisi lain, dengan leverage 1:500 kita bisa membuka posisi yang jauh dari kemampuan dana kita. Oleh karena itu, bijaksanalah dengan leverage dan margin Anda, karena kerugian yang diderita bisa lebih besar dari kemampuan kita, akibat kurangnya pemahaman terhadap resiko dari leverage dan margin ini.
read more...

Apa itu Analisa Fundamental?

Analisa fundamental adalah suatu metode yang menginterpretasikan berita-berita dan kejadian-kejadian, baik ekonomi maupun politik, yang diperkirakan akan berdampak pada pergerakan mata uang negara terkait. Misalnya, laporan pengangguran Amerika yang memburuk berpengaruh pada kekuatan USD, atau perseteruan politis antara Amerika dan China, bisa mempengaruhi mata uang negara-negara yang berbasis komoditi, seperti AUD dan CAD, karena dikhawartirkan perseteruan ini akan mempengaruhi impor China dari Australia, Canada, dan lain sebagainya.

Analis akan memprediksi kaitan-kaitan dari berita yang satu dengan berita yang lainnya, misalkan data produksi industri menurun, namun permintaan konsumen masih tinggi, maka bisa diprediksi akan ada kenaikan harga barang. Atau contoh lain, meingkatnya pengangguran akan memicu penurunan konsumsi masyarakat, hal ini akan berpengaruh pada melambatnya perputaran ekonomi, bank sentral akan menurunkan suku bunga agar penduduk lebih cepat memutar uangnya dan membuka usaha-usaha baru.

Keunggulan dari analisa fundamental adalah kita mengetahui tren long term, seperti misalnya GDP akhir 2009 Inggris ternyata dirilis buruk, masih menunjukkan ekonomi yang lambat, dalam beberapa minggu selanjutnya terlihat GBP terus melemah karena investor merasa pesimis dengan ekonomi Inggris, butuh sesuatu yang baru untuk meyakinkan mereka bahwa Inggris baik-baik saja. Jadi dengan analisa fundamental, kita bisa menilai bagaimana ekonomi sebuah negara, jika dibandingkan dengan ekonomi negara lain, mana yang lebih kuat? Katakanlah Amerika tengah lebih baik dari Inggris, maka GBP/USD kemungkinan besar tren-nya akan turun.
Tentunya, semua metode pasti ada kelemahannya. Analisa fundamental bersifat prediksi, oleh karena itu ada unsur subyektif. Bagaimana analis memprediksi angka yang muncul akan dipengaruhi oleh diri si analis sendiri, misalkan data pengangguran di Amerika yang merilis adalah analis dari Amerika, mereka akan cenderung memasang ekspektasi yang bagus untuk negaranya. Hal ini yang disebut ‘bias’. Selain itu, reaksi tiap-tiap orang terhadap munculnya angka yang sebenarnya akan berbeda, ambil contoh trader A akan menganggap kenaikan harga rumah sebagai pertanda semakin cepatnya perputaran ekonomi, di sisi lain trader B mungkin beranggapan ini adalah gejala inflasi.
read more...

Mengendalikan Trading dengan Manajemen Resiko

Pasar Forex bergerak lebih cepat dari pasar uang lainnya. Terdapat potensi kerugian, tetapi profit yang diperoleh juga dapat lebih tinggi. Memperbesar resiko memang dapat meningkatkan profit yang didapat, namun juga bisa memperbesar kerugian yang diderita, oleh karena itu ada baiknya kita memahami, bagaimana kita harus mengendalikan diri selama melakukan trading. Beberapa hal berikut bisa menjadi wacana bagaimana kita bisa mengendalikan diri selama trading

Keluar dari pasar saat target untung telah dicapai.
Membuat metodologi trading yang disiplin dengan menempatkan target keutungan (take profit) yang kita kehendaki sangatlah penting. Hal ini membantu trader untuk mengatur batas keuntungan yang hendak dicapai, kemudian keluar dari market jika sudah tercapai, sekaligus beristirahat memantau pasar, dan mempersiapkan analisa untuk posisi berikutnya.


Batasi Kerugian
Stop loss merupakan hal yang sama dengan Take profit, yang membantu investor untuk keluar dari market apabila mengalami loss. Dengan membatasi kerugian pada posisi tertentu, Stop loss membantu investor untuk mengontrol resiko mereka. Bagi trader ahli, stop loss model ini bisa diabaikan, dan digantikan dengan stop loss psikologis, di mana trader sudah tahu kapan saatnya keluar dan melakukan cut loss.


Menempatakan Stop dan Take profit dengan benar
Dimana trader menempatkan stop loss atau take profit tergantung seberapa besar mereka mampu menanggung resiko yang ada. Disarankan untuk tidak meletakkan stop loss terlalu dekat pada harga normal dari market karena akan sangat mudah tersentuh. Take protif harus mencerminkan keuntungan yang anda harapkan, dan juga bergantung pada aktivitas harga pada market, tidak terlalu jauh dan tidak terlalu dekat dengan harga pasar saat itu, juga disesuaikan dengan besarnya rentang pergerakan grafik.

Menganalisa sambil trading Forex
Analisa teknikal dan fundamental perlu dipahami, walaupun tidak 100% akurat, namun akan memberikan dasar untuk mengambil keputusan. Beberapa analisa jitu yang Anda buat akan membuat Anda semakin percaya diri, dan hal ini bagus selama kepercayaan diri tidak berlebih dan menjurus pada trading yang berlebihan.
read more...

Data Ekonomi Penting yang Berpengaruh pada Pasar Forex

Data-data ekonomi dirilis dengan jadwal-jadwal yang hampir sama setiap harinya, berikut adalah jadwal-jadwal berdasarkan negara:
  • Australia - AUD — 5:30 WIB hingga 7:30 WIB
  • Jepang - Yen — 6:30 WIB hingga 11:30 WIB
  • Swiss - CHF — 13:30 WIB hingga 17:30 WIB
  • Jerman, Italia, Prancis (Eropa) – Euro — 14:00 WIB hingga 18:00 WIB
  • Inggris - GBP — 14:00 WIB hingga 18:00 WIB
  • Canada - CAD — 19:00 WIB hingga 20:30 WIB
  • Amerika - USD – 19:30 WIB hingga 22:00 WIB
Berita-berita yang dirilis tidak semuanya berdampak pada pergerakan harga, kami akan mencoba merangkum beberapa berita yang biasanya menimbulkan pergerakan ekstrim pada perilisan:
  1. NFP (Non Farm Payroll) — Data ini menunjukkan jumlah total gaji yang dilaporkan oleh US Buearu of Labor Statistic, tidak termasuk pegawai negeri dan juga pekerja di bidang pertanian. Data ini diperkirakan bisa memberikan gambaran tingkat gaji dari 80% pekerja di Amerika. Non Farm Payroll dianggap penting karena bisa menunjukkan naik turunnya tingkat pengangguran dan juga memprediksi GDP, selain itu juga akan menjadi pertimbangan untuk menentukan kebijakan ekonomi di waktu-waktu mendatang.
  2. Interest Rate / Bank Rate — Kenaikan suku bunga bank biasanya akan menimbulkan efek yang baik bagi mata uang negara terkait, karena dengan naiknya suku bunga, diharapkan investor akan masuk untuk berinvestasi dan artinya permintaan mata uang semakin tinggi.
  3. GDP (Gross Domestic Product) — GDP adalah nilai seluruh barang dan jasa yang diproduksi oleh suatu negara dalam jangka waktu tertentu, biasanya bersifat annual atau per tahun. Data ini sangat penting karena akan mengukur seluruh aspek dalam suatu negara, meliputi pengeluaran pemerintah, selisih ekspo dan impor, serta konsumsi masyarakat. GDP menjadi indikator utama mengukur kesehatan ekonomi negara, termasuk standar kehidupan warganya. Nilai GDP yang negatif akan menunjukkan perlambatan ekonomi, bahkan perrtanda resesi.
  4. Retail Sales — Data ini menunjukkan jumlah barang yang terjual pada level ritel. Angka ini sangat penting karena akan menunjukkan aktivitas ekonomi masyarakat, angka yang terus naik menunjukkan ekonomi yang bergairah, sebaliknya angka yang terus turun akan menunjukkan ekonomi yang lesu. Data ini juga akan menjadi dasar pengambilan kebijakan suku bunga, pajak, dan lain sebagainya.
  5. Home Sales — Penjualan rumah, baik rumah baru maupun bekas, akan menunjukkan tingkat aktivitas di masyarakat. Pembelian rumah yang tinggi memberikan pandangan bahwa daya beli masyarakat masih tinggi. Data ini juga akan berpengaruh pada data-data lain, seperti ijin bangunan baru, kredit rumah, pegadaian, dan lain sebagainya.
  6. CPI (Consumer Price Index) — Data ini mengukut perubahan harga barang dan jasa yang dikonsumsi oleh masyarakat, termasuk ongkos transportasi, harga pangan, dan biaya kesehatan. Angka CPI seringkali digunakan untuk mengidentifikasi terjadinya inflasi atau deflasi. Peningkatan tajam dalam beberapa waktu berturut akan menunjukkan adanya inflasi, dan sebaliknya penurunan tajam menunjukkan terjadinya deflasi.
  7. PPI (Producer Price Index) — Data PPI menunjukkan perubahan harga barang dan jasa dari produsen. Indeks ini akan memberikan pandangan ekonomi seperti CPI, namun dari sudut produsen dan penjual.
  8. PMI (Purchasing Managers’ Index) — Angka yang dirilis akan berperan sebagi indikator utama sektor manufaktur. Data ini akan meliputi jumlah pesanan, suplai, tingkat produksi, stok, dan juga ketenagakerjaan. Angka di bawah 50 akan menunjukkan kontaksi, dan angka di atas 50 akan menunjukkan terjadinya peningkatan di sektor manufaktur.
  9. Trade Balance — Perbedaan ekspor dan impor suatu negara juga merupakan salah satu indikator kesehatan ekonomi yang penting. Defisit yang besar akan berpengaruh pada anggaran negara.
  10. Inflasi — Laporan inflasi yang meningkat tentunya akan buruk bagi ekonomi suatu negara, dan berdampak pada kekuatan mata uang negara terkait.  Bank sentral biasanya akan mengambil langkah-langkah segera untuk menghentikan peningkatan inflasi, level ideal yang biasanya ditarget oleh bank-bank sentral adalah sekitar 2% hingga 3%.
Namun juga ada beberapa berita yang dirilis di luar jam-jam yang disebutkan di atas, namun frekuensinya sangat rendah. Pidato-pidato oleh petinggi-petinggi ekonomi juga terkadang dibawakan di luar jam-jam tersebut. Pejabat-pejabat ekonomi dari The Fed, ECB, BoE, dan berbagai bank sentral lainnya, biasanya mengadakan jumpa pers untuk mengklarifikasi kebijakannya, sekaligus memberikan pandangannya pada keadaan ekonomi, selain itu, mereka terkadang mengikuti konferensi-konferensi di negara lain atau menghadiri diskusi panel, pernyataan-pernyataan mereka seringkali menimbulkan optimisme dan pesimisme di kalangan investor dan berpengaruh pada pergerakan mata uang.
read more...